Sadis Kerana Lipstik Anak Di Pukul Sehingga Mati



Sadis, Kerana Lipstik Anak Di Pukul Sehingga Mati | Assalamualaikum... "Mama, adik baru saja melukis pakai lipstik mama", itulah dialog anak perempuan kecil yang malang sebelum dia dipukul dengan kejam oleh ibunya itu.

Setelah mendengarnya dialog itu diucapkan, ibu yang kejam itu mengamuk lalu memukul anaknya tanpa menghiraukan tangisan dan jeritan dari mulut kecilnya setelah melihat lipstiknya sudah tinggal separuh.

Sadis, Kerana Lipstik Anak Di Pukul Sehingga Mati

Setelah puas menlempiaskan emosinya, ibu ini tersedar bahawa anak perempuannya sudah tidak bergerak lagi. Dia pun mengoncangkan tubuh anaknya sambil menangis dan memohon agar anak perempuannya membuka matanya.

Tapi terlambat.... jantung anak perempuan itu telah berhenti berdengup. Dan saat sang ibu melihat kesan di selimut tempat tidur anaknya, disitu tertulis sebuah tulisan dengan lipstik merah yang tertulis:

"Sayang Mama Sampai Bila Bila".

# Anak ialah amanah atau pertaruhan yang Allah amanahkan kepada kita supaya kita menjaga dan memelihara mereka baik mengikut landasan Islam. Ibubapa mesti bertanggungjawab bukan saja di dunia bahkan di akhirat sewaktu berhadapan dengan Allah kelak.

Dalam rangka memelihara amanah Allah itu, ibubapa adalah diwajibkan berusaha dengan bersungguh-sungguh melaksanakan didikan agama. Tegasnya mendidik anak beragama itu adalah wajib hukumnya (bukan setakat pendidikan untuk UPSR, PMR atau SPM), Sebaaliknya ibubapa yang melalalikan tugas amanah ini adalah berdosa.

Rasulullah saw bersabda: "Hendaklah kamu pastikan anak-anakmu belajar agama dan hendaklah kamu baguskan akhlaknya." Setiap anak yang dilahirkan itu bersih fitrahnya. Adalah menjadi tugas ibubapa untuk mencorakkan kehidupan anak-anak seterusnya sama ada untuk menjadikannya baik atau sebaliknya. Sabda Nabi saw:

"Semua anak yang dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan yang suci bersih. Maka kesalahan ibubapalah menjadikan mereka yahudi, nasrani atau majusi."
#Bayangan artikel "Sadis, Kerana Lipstik Anak Di Pukul Sehingga Mati" diatas seperti tidak sahih,  kemungkinan besar ianya bukanlah cerita/kisah yang benar2 terjadi..wallahualam.
 sumber

Kisah Mengharukan Anak 6 Tahun Bertahan Hidup Sendiri Hanya Ditemani Anjing

@ - Kisah nyata ini terjadi pada tahun 2010 yang lalu, tentang seorang anak bernama Ah Long yang hidup sendiri di sebuah desa di kaki bukit Gunung Malu, Liuzhou di provinsi Guangxi, China. Umurnya baru 6 tahun, kedua orang tuanya telah meninggal dikarenakan mengidap penyakit AIDS berturut-turut di tahun 2008 dan 2010.

ah long

Orang-orang di sekitarnya mengucilkannya karena Ah Long dilahirkan dengan virus HIV yang mengalir di darahnya. Ah Long harus menjaga dirinya sendiri karena kebanyakan orang takut untuk mendekat, Satu-satunya sahabat sejatinya adalah anjingnya yang bernama Lao Hei yang selalu setia menemani disampingnya.

ah long

Satu-satunya keluarga yang ia miliki adalah neneknya yang berusia 84 tahun. Kadang si nenek mengunjunginya dan memasak untuknya, namun tidak bersedia tinggal bersamanya. Karena penyakitnya, orang-orang di sekitarnya tidak menghiraukan Ah Long. Pihak sekolah tidak mau menerimanya lagi, bahkan para orang tua murid sepakat akan mencelakainya apabila Ah Long muncul ke sekolah dan bermain dengan anak-anak mereka.

ah long

Bahkan dokterpun enggan mengobatinya apabila Ah Long kecil sakit, penderitaan anak itu bertambah ketika  Departemen Kesejahteraan juga tidak mau mengurus anak tersebut. Biro Sipil setempat menyediakan dana sebesar 70 yuan per bulan atau sekitar Rp 90.000 per bulan.

ah long

Jumlah ini tidak cukup untuk anak kecil seumur Ah Long untuk hidup. Ah Long menjalani kehidupan sendiri. Dia menanam cabai, daun bawang dan memelihara ayam. Dia mencuci dan memasak sendiri. Dia tidur dan bermain dengan anjingnya.

Ada juga yang bersimpati dengan Ah Long dengan memberikan pakaian, makanan dan selimut bekas. Ada yang memberikan Ah Long 20 kilogram beras dan 5 kilogram mie, ada juga yang membawakan dia sebuah surat kabar mingguan untuk mengikuti berita dunia terbaru.

Sejak cerita Ah Long diangkat oleh media, ia mendapatkan banyak perhatian termasuk dari pemerintah Cina. Sebuah rumah amal di kota Liuzhou setuju untuk mengurusnya. Ah Long juga mendapat perhatian dari orang-orang yang baik hati. Ah Long pun dibangunkan rumah baru tepat di sebelah rumahnya yang lama dengan dua kamar tidur, satu ruang keluarga dan satu toilet.

ah long

Sebenarnya masih banyak bocah-bocah seperti Ah Long, tidak hanya di China di negara-negara lainpun mereka banyak yang diabaikan dan hidup sebatang kara. Hidup yang mereka jalani bukan kesalahan mereka, mereka tidak bisa memilih dilahirkan dengan mengidap HIV yang diturunkan oleh orang tuanya.

Foto-foto Ah Long yang lain (klik play) :


ah long
Ah Long walaupun dilarang sekolah dia tetap rajin belajar

ah long
Siap-siap untuk makan malam ya nak....??

ah long
Mencari kayu bakar sendiri di hutan untuk memasak makanan

ah long
Ah Long tanpa temen, tetapi tetap kelihatan riang selalu bermain

Bermain dengan sepeda pemberian dan anjing kesayangannya

Semoga cita-ciamu menjadi pemain bola tercapai nak....!

Ah Long mendapat tunjangan Rp 90 ribu per bulan... mana cukup??

Menanam cabe dan memetik hasilnya untuk lauk makan

Luka bakar di tangan Ah Long ketika memasak

Makanan yang sederhana ala Ah Long.....

Lihatlah anak seumur dia sudah mandiri, mandi sendiri

Menjadi seorang pesilat tangguh mungkin cita-cita Ah Long

Wajah yang sangat polos dari seorang bocah

Sumber : weirdasianews.com